Bumi semakin tidak aman. Hal ini terjadi karena lapisan ozon yang berfungsi melapisi bumi dari efek negatif sudah banyak berlubang. Bahkan menurut perkiraan terakhir Lembaga Antariksa Eropa (ESA), lubang ozon pada saat ini sudah seluas daratan Eropa atau sekitar 10 juta km persegi. Hal ini berarti sinar ultraviolet yang dipancarkan ke bumi semakin banyak, dan dampaknya luar biasa. Orang yang terpapar sinar tersebut akan terkena berbagai penyakit, antara lain kanker kulit dan katarak. Temperatur bumi semakin tinggi, kekeringan pun akan berlangsung di sejumlah wilayah.
Kebakaran akan mudah terjadi dimana-mana. Banjir melanda berbagai kawasan. Oleh karena itu, sudah sewajarnya mulai dari sekarang mencegah agar kerusakan lapisan tersebut tidak sampai parah. Beberapa diantaranya mengurangi penggunaan karbondioksida, bahan-bahan pendingan yang mengandung freon chlorofourcarbon (CFC), dan bahan bakar hidrogen.
Mencegah bertambahnya pemanasan global juga perlu daripada mengatasi bumi yang sudah rusak ini. Kita dapat melakukannya dalam kegiatan sehari-hari di rumah, ataupun di lingkunbgan sekitar kita. Berikut beberapa tips yang seharusnya dilakukan :
1. Gunakan lampu pijar hemat energi. Sejumlah perusahaan lampu sudah membuat dan menjual lampu-lampu model begini. Harganya memang lebih mahal 3-5 kali lampu pijar biasa, tetapi energi yang bisa dihemat juga lebih besar, yaitu dapat mencapai ¼ listrik lampu konvensional. Lampu hemat energi 7 watt seterang lampu pijar 40 watt, sedangkan lampu hemat energi 26 watt seterang lampu pijar 100 watt. Selain itu, juga tahan lama karena mampu bertahan lebih dari enam bulan pemakaian secara non stop. Ada orang yang mempersoalkan kandungan merkuri, tetapi masih dalam batas normal. Meski hemat energi, tetapi jangan seenaknya dinyalakan. Nyalakan hanya di waktu malam hari atau keadaan gelap.
2. Jangan membuka pintu lemari es terlalu lama. Makin lama pintu terbuka, energi listrik yang terpakai dan terbuang percuma juga kian besar. Sebab mesin pendingin terus bekerja sampai ruangan di kulkas mencapai suhu tertentu. Apabila ingin menaruh atau mengambil sesuatu dari kulkas, lakukanlah dengan cepat. Jangan membiarkan anak Anda bermain dalam posisi pintu kulkas terbuka terlalu lama.
3. Matikan pendingin ruangan (AC), televisi, radio, komputer, dan peralatan elektronik lainnya bila sudah tidak dipergunakan. Biasakan mencabut alat listrik jika tidak digunakan. Komputer, misalnya, jika digunakan hanya empat jam per hari dapat menghemat Rp. 630.000 per tahun dan dapat mengurangi emisi karbon 83% setahun.
4. Mencucilah pakaian dengan tangan Anda sendiri. Disamping menghasilkan cucian lebih bersih, juga menyehatkan dan tidak boros listrik. Lalu, jangan juga menggunakan mesin pengering. Sebab uap mengeluarkan gas yang mengandung karbondiaoksida. Dalam jangka waktu lama, T-shirt yang dikeringkan bisa mengeluarkan 4 kg gas CO2 ke udara. Jadi gunakan cara alami untuk menjemur pakaian di udara terbuka.
5. Etanol bisa dimanfaatkan sebagai pengganti bahan bakar minyak di rumah atau sebagai bahan alternatif minyak tanah atau gas. Ini berkaitan dengan terus melambungnya harga minyak dunia yang kini mencapai US$ 90 per barel dan tingkat polusi yang makin parah. Etanol dapat diperoleh dari tanaman yang mengandung alkohol seperti tebu. Selain itu, bahan bakar nabati yang tengah dikembangkan adalah yang berasal dari kelapa sawit, jarak, tebu, jagung, dan ubi jalar. Anda tak perlu khawatir bahan bakar nabati bakal habis, sebab tumbuhan tersebut dapat ditanam kembali.
6. Penuhilah pekarangan rumah dengan tanaman. Tanaman dapat menyegarkan rumah dan pekarangan, juga menghindari cuaca panas dan terik matahari. Anda pun menghirup udara bersih dan mengandung banyak oksigen yang dikeluarkan tumbuh-tumbuhan. Salah satu tanaman yang menyerap CO2 adalah bambu. Selain tumbuh cepat, bambu juga lebih cepat menyerap CO2 dibandingkan beberapa tanaman lainnya.
7. Lindungi rumah dengan tabir surya. Misalnya, jendela dipasangi kaca film, sehingga rumah tidak terlalu panas dan tak perlu menggunakan AC.
8. Usahakan rumah dilengkapi ventilasi yang cukup, sehingga terjadi sirkulasi udara setiap hari. Buka jendela dan pintu lebar-lebar pada pagi hari agar udara pagi yang baik bisa masuk dan menggantikan udara yang kotor.
9. Jangan membakar sampah di pekarangan rumah. Asapnya mengeluarkan gas CO2 yang berbahaya bagi tubuh manusia jika terhirup. Pisahkan sampah yang dapat didaur ulang dengan sampah yang tak dapat didaur ulang. Sampah-sampah yang dapat didaur ulang (seperti kertas dan kaleng bekas) dapat digunakan lagi bila diperlukan.
10. Jangan membawa tas-tas plastik ke rumah, sebab bahan-bahan yang terbuat dari plastik sulit didaur ulang. Di dunia, dari sekitar 500 milyar tas plastik yang didistribusikan, hanya kurang dari 3% yang didaur ulang. Jika tertanam dibawah tanah akan membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai dan bercampur dengan tanah. Sebagai alternatif, bawalah tas-tas yang terbuat dari kertas atau material yang gampang didaur ulang.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

1 komentar:
To Jeng EmiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiL
Sepakat Friend,
mari rawat bumi kita. kalau kita siapa lagi, kalau bukan mulai sekarang kapan lagi.
Tulisannya bagus.
teruslah menulis.
Posting Komentar